Postingan

SEBUAH PANGGUNG UNTUK KULINER BETAWI: SEBUAH ASA DAN KASIH TAK SAMPAI DARI BONDAN WINARNO

Gambar
Kasih tak sampai. Ungkapan ini bukanlah hanya mengacu kepada kasih yang tidak terbalas. Kasih tak sampai bisa dimaknai sebagai sesuatu yang tidak mendapatkan restu; atau sesuatu yang masih mengundang rasa penasaran. Mungkin perasaan inilah yang berkecamuk dalam diri seorang Bondan Winarno. Nurani pakar sekaligus kritikus makanan ternama ini terusik. Sebagai seorang pemerhati kuliner Nusantara, sudah lama Bondan merasa miris melihat nasib aneka ragam makanan Betawi yang makin terpinggirkan. . Tidak hanya terpinggirkan, makanan asli tanah kelahiran Si Pitung ini telah tergerus dan terdesak keberadaannya oleh masakan daerah lain---bahkan kalah bersaing dengan masakan Barat. Sebuah artikel dari CNN Indonesia bulan Juni 2017  berjudul Gorengan Kambing, Kuliner Langka Betawi yang Tak Lagi Renyah  makin mengukuhkan realita, bahwa kuliner Betawi seolah telah makin mundur teratur dan nyaris menyentuh bendera putih. Oleh karena itulah, pria yang terkenal dengan jargon ...

PAHLAWAN INDONESIA ZAMAN NOW VERSI MAK DJ

Gambar
Menjadi superhero. Itulah cita-cita abadi dari anak-anak yang masih senang bermimpi. Dari dulu hingga sekarang, impian menjadi pahlawan masih terpatri kuat dalam benak setiap anak, terutama anak lelaki. Euforia menjadi pahlawan pun juga menghampiri kedua jagoan kecil saya. Si sulung telah mencicipi bagaimana rasanya dimabuk kepayang oleh jagoan favoritnya, si manusia kelelawar dari kota Gotham a.k.a Batman. Si bungsu mulai "ngeh" dengan tokoh pahlawan super, dan rasanya tinggal menunggu waktu untuk melihatnya menentukan pilihan favoritnya. Nah, bagaimana jadinya jika mereka mulai bertanya kepada saya, seperti apakah potret pahlawan Indonesia masa kini? Karena saya memiliki dua calon kepala keluarga, setidaknya si mamak harus mampu memberikan contoh pria Indonesia yang diakui kontribusinya di masyarakat. Tidak usah banyak-banyak. Cukup 3 tokoh saja yang berkesan dan mengena di hati. Inilah profil trio pahlawan Indonesia masa kini versi Mak DJ : B.J. HABIBIE ...

PRAJURIT IMAN BERNAMA MERIANA RUNGKAT: SEBUAH MEMORI YANG TERPOTRET ABADI DALAM BENAK

Gambar
Kata orang, Facebook bisa menjadi berhala masa kini. Ia menjadi candu yang membuat penggunanya terlena pada keindahan dunia maya. Aku cukup setuju dengan pemikiran itu. Meskipun demikian, aku tidak menampik bahwa facebook bisa menjadi sumber berkat bagi orang lain. Aku berani menjaminmu untuk satu hal ini, karena aku telah mengalami perjumpaan yang mengubahkan. Sosok inspiratif itu menyapaku, dan sejak saat itu hidupku dan relasiku pada Tuhan tidak akan pernah sama lagi. Inilah kisahku, yang menulis potret prajurit wanita perkasa bernama Meriana Rungkat. ******* Pertengahan tahun 2014, aku membaca sebuah postingan tentang seorang ibu muda penderita kanker darah tipe langka. Semua pengalaman tentang sakit penyakit diceritakan dalam tuturan dan gaya bahasa yang tidak biasa. Tidak ada kegetiran dan nuansa self-pity dalam setiap postingannya. Tidak bisa kutemukan keluhan-keluhan yang mengutuk penyakit yang menggerogoti kesehatannya. Tidak tampak adanya kepahitan atas ...

MEMAHAMI PENERAPAN “ I VS YOU STATEMENT” DALAM RELASI KELUARGA

Gambar
“Lihat, mainan selalu berantakan. Kamu memang tidak pernah mau mendengarkan perintah Mama. Cepat bereskan sekarang juga!” “ Kamu selalu saja pulang malam. Masih merasa punya istri atau tidak?” “Istri macam apa kamu? Masa sampai bisa lupa mengecek persediaan bumbu dapur?” Apakah Emak terasa familiar dengan 3 kalimat di atas? Kalimat tersebut mengekspresikan perasaan marah dan kecewa. Bahkan tidak jarang, terjadi adu pendapat dan argumen   saat aneka pernyataan tersebut dilontarkan. Mengapa bisa demikian? Alasannya jelas, karena salah satu pihak akan merasa dipersalahkan dan dihakimi.   Kejadian-kejadian yang mengesalkan tidak jarang akan direspon negatif oleh pihak yang “bersalah”, meskipun seharusnya pihak tersangka ini sadar dan berbesar hati untuk meminta maaf. Pernyataan yang selalu memakai awalan “Kamu” sebagai subjek yang dipersalahkan ternyata tidak membawa kebaikan. Dalam istilah asing, pernyataan tersebut dikenal sebagai “ You Statement ”...

MENAKAR 'KELELAHAN' MENJADI ORANG TUA LEWAT BUKU PARENTHOOD SERIES

Gambar
RESENSI BUKU “SEBERAPA CAPEK MENJADI ORANG TUA” Judul Buku                     : Seberapa Capek Menjadi Orang Tua Penulis                            : Dian Nofitasari, dkk Penerbit                          : Penerbit Lingkarantarnusa Ketebalan                       : 205 Halaman No ISBN                        : 978-602-6688-01-9 Cetakan Pertama           : Juni 2017 Harga Buku       ...

PLURALISME : MUSEUMKAN SAJA?

Gambar
Saya pernah menuliskan sebuah sudut pandang, bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Perbedaan adalah sesuatu yang bersifat menetap dan bahkan abadi. Artinya, selalu ada keberagaman yang akan dijumpai di seluruh pelosok dunia. Perbedaan adalah sebuah hal yang mewarnai dunia. Contoh sederhana adalah saat kita duduk terdiam memandang betapa uniknya anak-anak anugerah Tuhan yang unik dan beragam. Menakjubkan bahwa produk yang ditenun secara dahsyat dan ajaib dalam satu rahim tidaklah menghasilkan output yang sama persis. Meskipun berbeda, keberagaman itu membuat hidup kita sebagai orang tua menjadi semarak dan sarat makna. Perbedaan pun sudah menjadi sesuatu yang bersifat mengurat nadi dalam sebuah negara yang saya diami. Sebuah bangsa yang memiliki segudang kekayaan alam berlimpah, dengan kebudayaan yang membuat jutaan mata memandang kagum tak berkedip. Keindahan alamnya membius dunia luar, menegaskan kesempurnaan ciptaan-Nya. Negeri itu bernama Indonesia, yang saya puj...

CATATAN DARI IBU YANG TIDAK SEMPURNA, UNTUK CALON KEPALA KELUARGA DI MASA DEPAN

Gambar
Dear Dave dan Jonathan, Hari ini Mama ingin menuliskan sebuah catatan kecil untuk kalian. Mungkin saja catatan ini belum akan kalian lirik saat ini. Namun semoga kelak kalian akan memiliki waktu teduh untuk membaca tulisan ini dalam keheningan. Beberapa orang berkata, bahwa menjadi lelaki lurus adalah hal yang membosankan. Bisa jadi kau akan mendengar perkataan tersebut terlontar dari bibir seorang gadis cantik, atau kalimat tersebut terucap dari bibir seorang lelaki yang memiliki pahatan wajah sempurna dan keahlian selangit. Mungkin di satu titik kalian akan mengamini perkataan itu. Betapa anehnya jika seorang lelaki tidak mencicipi banyak wanita. Betapa mustahil jika seorang pria berketetapan hati untuk tidak menajiskan diri dengan rokok dan minuman memabukkan. Atau betapa "parahnya" seorang pria jika nyaris tidak memiliki pengalaman menonton film pembangkit syahwat.  Bahkan yang lebih tidak biasa lagi adalah, Ketika seorang pria memutuskan memiliki kedeka...